mengangguk.
“Mereka bilang aku penyebab band kita nggak jadi tampil dan mereka juga bilang lebih baik aku keluar daripada terus-terusan membawa sial” kata Olivia.
“Mereka bilang aku penyebab band kita nggak jadi tampil dan mereka juga bilang lebih baik aku keluar daripada terus-terusan membawa sial” kata Olivia.
Ray
benar-benar terkejut. Selama ini dia hanya tahu kalau Olivia keluar dari band
karena dia ingin konsentrasi pada sekolahnya. Kabar terakhir yang Ray dengar
kalau Olivia kecelakaan dan meninggal. Lalu Olivia melanjutkan.
“Karena
itulah kamu selamat dalam kecelakaan bus itu, Ray” kata Olivia. Ray mulai
mengerti semuanya.
“Maafin aku, Oliv” kata Ray. Terlihat sebuah senyum tipis di bibir Olivia yang pucat. Senyum itu penuh ketulusan.
“Aku nggak marah sama kamu, Ray. Dan sebelum aku benar-benar pergi dari dunia ini, aku mau bilang kalau selama ini aku cinta sama kamu. Aku bener-bener sayang sama kamu, Ray. Aku harap kamu selalu bahagia. Aku nggak akan ganggu kehidupan kamu lagi” kata Olivia. Olivia meneteskan airmata. Ify terharu melihat peristiwa yang berlangsung di depannya. Tak lama kemudian, sosok Olivia benar-benar menghilang dari hadapan Ray dan Ify.
“Aku juga sayang sama kamu, Oliv!!!” teriak Ray. Ray menangis. Ify menghampiri Ray lalu memeluknya.
“Maafin aku, Oliv” kata Ray. Terlihat sebuah senyum tipis di bibir Olivia yang pucat. Senyum itu penuh ketulusan.
“Aku nggak marah sama kamu, Ray. Dan sebelum aku benar-benar pergi dari dunia ini, aku mau bilang kalau selama ini aku cinta sama kamu. Aku bener-bener sayang sama kamu, Ray. Aku harap kamu selalu bahagia. Aku nggak akan ganggu kehidupan kamu lagi” kata Olivia. Olivia meneteskan airmata. Ify terharu melihat peristiwa yang berlangsung di depannya. Tak lama kemudian, sosok Olivia benar-benar menghilang dari hadapan Ray dan Ify.
“Aku juga sayang sama kamu, Oliv!!!” teriak Ray. Ray menangis. Ify menghampiri Ray lalu memeluknya.
“Ray,
Ify” panggil Cakka. Mereka bertiga akhirnya menemukan Ray dan Ify.
“Lo berdua baik-baik aja, kan?” tanya Shilla. Ify mengangguk.
“Iya, gue nggak apa-apa” jawab Ray menghapus airmatanya.
“Lo berdua baik-baik aja, kan?” tanya Shilla. Ify mengangguk.
“Iya, gue nggak apa-apa” jawab Ray menghapus airmatanya.
