CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juli 2013

Persahabatan dan Kematian (part 4)



mengangguk.
“Mereka bilang aku penyebab band kita nggak jadi tampil dan mereka juga bilang lebih baik aku keluar darip
ada terus-terusan membawa sial” kata Olivia.
Ray benar-benar terkejut. Selama ini dia hanya tahu kalau Olivia keluar dari band karena dia ingin konsentrasi pada sekolahnya. Kabar terakhir yang Ray dengar kalau Olivia kecelakaan dan meninggal. Lalu Olivia melanjutkan.
“Karena itulah kamu selamat dalam kecelakaan bus itu, Ray” kata Olivia. Ray mulai mengerti semuanya.
“Maafin aku, Oliv” kata Ray. Terlihat sebuah senyum tipis di bibir Olivia yang pucat. Senyum itu penuh ketulusan.
“Aku nggak marah sama kamu, Ray. Dan sebelum aku benar-benar pergi dari dunia ini, aku mau bilang kalau selama ini aku cinta sama kamu. Aku bener-bener sayang sama kamu, Ray. Aku harap kamu selalu bahagia. Aku nggak akan ganggu kehidupan kamu lagi” kata Olivia.
Olivia meneteskan airmata. Ify terharu melihat peristiwa yang berlangsung di depannya. Tak lama kemudian, sosok Olivia benar-benar menghilang dari hadapan Ray dan Ify.
“Aku juga sayang sama kamu, Oliv!!!” teriak Ray. Ray menangis. Ify menghampiri Ray lalu memeluknya.
“Ray, Ify” panggil Cakka. Mereka bertiga akhirnya menemukan Ray dan Ify.
“Lo berdua baik-baik aja, kan?” tanya Shilla. Ify mengangguk.
“Iya, gue nggak apa-apa” jawab Ray menghapus airmatanya.

Persahabatan dan Kematian (part 2)



“Ke makam kakak gue” jawab Alvin.
“Gue mau cerita sama lo. Kita ke taman sekarang?” tanya Rio.
Alvin mengangguk. Mereka berdua pergi menuju taman dengan motor Rio.
“Yo, Deva itu sahabat lo yang kemarin lo certain ke gue, kan?” tanya Alvin.
“Iya, Vin. Dan dia dibunuh sama bayangan hitam sialan itu” jawab Rio.
“Kita harus secepatnya nemuin cewek pasien rumah sakit jiwa itu, Yo” kata Alvin.
Lalu melanjutkan.
“Lo inget kan, kalo lo ada di mimpi gue? Nah, cewek itu ada di mimpi lo, kan? Ini seperti sebuah sinyal untuk mencari orang yang ada dalam mimpi kita. Bisa jadi, orang itu ada hubungannya dengan peristiwa ini” kata Alvin
“Lo bener, Vin. Gue nggak bisa terima kematian Keke dan Deva” kata Rio.
“Mungkin Ify bisa bantuin kita, Yo” kata Alvin.
“Ify? Siapa itu?” tanya Rio.
“Adek gue. Lo bisa nemuin dia disini” kata Alvin sambil menyerahkan sebuah kertas berisi alamat.
“Ini rumah lo, Vin?” tanya Rio.
“Iya” jawab Alvin.
“Sekarang lo tinggal dimana?” tanya Rio.
“Di kost-kostan sepupu gue. Beruntung pemilik kostan itu mau nerima gue” jawab Alvin.
“Syukurlah” kata Rio.
Lalu melanjutkan.

Persahabatan dan Kematian (part 3)



“Lo tenang aja, Cak. Sepupu lo yang cantik itu ada di rumah Rio” kata Alvin.
“Ha? Yang bener lo? Gue kesana sekarang, ya?” kata Cakka. Ia ingin melihat keadaan Shilla.
“Oke, gue tunggu” kata Alvin.
“Kenapa, Vin?” tanya Rio menghampiri Alvin.
“Cakka mau ke sini. Dia mau ngeliat keadaan Shilla” jawab Alvin.
Alvin kembali menonton berita bersama Rio. Mereka berdua terkejut melihat sebuah berita yang ditayangkan.
“Ada apa, Vin?” tanya Shilla. Alvin menunjuk ke TV.
“Sebuah kecelakaan telah menimpa band Holmes. Bis yang membawa mereka untuk pergi tur, menabrak pohon. Akibatnya, 4 dari 5 personil dinyatakan tewas. Sedangkan sang drummer, Ray berhasil selamat dari kecelakaan maut itu. Ray mengalami luka pada bagian kepala. Sekarang Ray masih dirawat di rumah sakit. Polisi masih mencari sopir bis yang dianggap lalai mengemudikan bis tersebut” kata penyiar berita itu. Sebuah foto diperlihatkan di layar TV.
“Itu cowok yang ada dalam mimpi gue” kata Shilla. Tiba-tiba terdengar bunyi klakson mobil. Itu mobil Cakka.
“Cak, kita udah tau siapa cowok yang ada di mimpi Shilla” kata Alvin.
“Siapa?” tanya Cakka.
“Raynald, drummer band Holmes. Sekarang dia ada di rumah sakit” jawab Ify.
“Kita ke rumah sakit sekarang?” tanya Shilla.
“Iya” kata Rio.

Persahabatan dan Kematian (part 1)


-pemain-

Rio : cowok kelas XI di SMA Harapan. Rio tidak pernah menyangka akan melihat keluarga, sahabat dan pacarnya sendiri meninggal di depan matanya. bersama dengan orang-orang yang mempunyai tragedi sama dengan dirinya, mereka berusaha memecahkan misteri kematian orang-orang disekitar mereka.

Alvin : cowok yang mempunyai pengalaman serupa dengan Rio. ia melihat orang yang palin ia sayangi meninggal dengan tragis persis di depan matanya.

Shilla : cewek yang mempunyai indra keenam. karena kelebihannya itu, ia dianggap gila oleh keluarganya dan dimasukkan ke rumah sakit jiwa. sampai pada suatu hari, semua penghuni rumah sakit jiwa itu tewas menggenaskan akibat kebakaran. hanya Shilla yang yang selamat. Rio dan Alvin megajak Shilla untk bergabung dengan mereka.

Ray : Drummer sebuah band ternama. pada saat mereka sedang mengadakan sebuah tur, teman-teman satu band Ray mengalami kecelakaan tragis yang membuat Ray mencoba bunuh diri, tetapi gagal karena Alvin menggagalkannya dan mengajak Ray bergabng dengan mereka.

Cakka : Seorang anak pengusaha ternama. dari kecil, ia hidup bersama dengan pelayan pribadinya. ia memutuskan bergabung dengan Rio cs, setelah mendapati mayat pelayan pribadi yang ia sayangi di gudang rumahnya.

Ify : adik Alvin yang bisa melihat hal-hal magis. ia membantu Rio cs menguak misteri kematian orang-orang disekitar mereka

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Rio berjalan menuju kelasnya. Sudah cukup ramai disana. Ia duduk di tempat duduknya dan mulai membuka-buka buku pelajaran.

Minggu, 27 November 2011

Demi Cinta


Aku masih termenung menatap langit-langit kamar. Meskipun pikiranku entah kemana. Aku hanya berharap jika saja waktu bisa kembali terulang, aku gak akan biarkan ini terjadi. 3 bulan sudah aku seperti ini, merasa bersalah akan diri aku sendiri merasa bersalah atas apa yang telah terjadi dimasa lalu. Ya Tuhan apa aku sanggup menjalani hidup dengan keadaan seperti ini? Berkali-kali aku mencoba untuk mengakhiri hidup ini, tapi semua sia-sia. Hemmm.. mungkin banyak orang yang tidak mengerti akan jalan pikiranku.
 

Aku mencoba untuk bisa melupakan kenangan itu, tapi memori-memori indah seperti kaset CD yang terus terekam di otakku. Hahhhh jujur aku capek dengan ini semua.


“Ify….” Seseorang memanggil ku. Yaaah orang itu ibuku, ibu yang selalu ada didalam hari-hariku.
Tanpa ibu, aku tak tahu bagaimana hidupkku kedepan.

“Iya bu..” aku menjawab panggilan ibu. Ibu masuk ke kamarku yang bercatkan warna putih dengan banyak poster-poster tokoh kartun terkenal. Beliau duduk disampingku membelai rambutku dengan penuh kasih sayang.

“Ify.. Ibu tahu kamu sedih tapi kamu tidak boleh terus-terusan seperti ini sayang. Ini semua bukan salah kamu, ini semua rencana dari Tuhan. Ibu ingin melihat Ify yang dulu, Ify yang ceria, bukan Ify seperti sekarang yang lemah. “ Mungkin sudah beberapa kali ibu berbicara seperti itu padaku,

Sabtu, 05 November 2011

My First Love


Seusai pulang sekolah SMA & SMP Citra Bangsa Indonesia.


Sivia sedang berjalan menuju ruangan Osis. Soalnya disana ada pemilihan Ketua Osis yang baru. Karena tertarik Sivia mencoba untuk ikut.
Tiba-tiba saat perjalanan menuju ruang Osis...BRUUUUUUKKKKK!!!!!!!.
Seseorang menabrak Sivia dari belakang. Refleks Sivia dan orang itu jatuh ke lantai.
"Awwwwwww!!! sakit tau!!!! loe gak punya mata ya?! kalo ja....,” kata-kata Sivia terhenti karena melihat wajah cowok yang telah menabraknya.


"Lucky! Gue ditabrak cowok cakep!” batin Sivia.
Tanpa sadar Sivia melamun terus memandangi wajah cowok yang menabraknya tadi.
Cowok itu merasa gak nyaman karena diliatin Sivia sampai Sivia melamun.


"Ah, hmm maaf ya gue gak sengaja nabrak loe.”
Kata-kata cowok itu membuyarkan lamunan Sivia.
"Ah, ng ng nggak apa-apa koq,” kata Sivia salting.
"Sini gue bantu loe berdiri,” kata cowok itu seraya mengulurkan tangannya ke hadapan Sivia.

Senin, 27 Juni 2011

Benci Jadi Cinta

Di suatu kelas.........
“Eh...lo jadi cewek jangan kayak gitu dong!! Jangan mentang-mentang lo ketua kelas, lo bisa ngatur-ngatur gua!“ Kata seorang cowok yang lagi bertengkar dengan seorang cewek
“EH!! Siapa yang ngatur lo??? Gua Cuma nasihatin lo untuk gak ribut! Suara lo itu kedenger sampai depan tau gak!!” Kata cewek itu
“Ah……sama aja lo ngatur gua!!!!!!!!” kata cowok itu gak mau kalah.
“Beda tau!!!!!!”
“Kalau gua tau bakal kayak gini, tadinya gua gak mau datang kesini cuma untuk buat acara perpisahan!! Lebih baik gua dirumah!!” Kata cowok itu

“Heh!!! Kehadiran lo itu gak diharapkan di kelas ini tau gak!! Lo gak datang juga gakpapa! Masih banyak anak-anak lain yang mau ikut acara ini!!“ Kata cewek itu nggak mau ngalah
“SIVIA...........GABRIEL............STOP!!!!!!!!!!!!!!“ Teriak Obiet yang membuat orang yang bertengkar diam
Ternyata, 2 orang yang sedang bertengkar itu adalah Sivia dan Gabriel.
“Kalian itu tenang bisa gak sih?“ Kata Oik ikut-ikutan emosi
“TAU!!! Kita udah pusing dengernya nieh!!!“ Kata Angel
“Lo berdua itu kayak anak kecil tau gak! Lo Cak, lo cuma disuruh diam aja sewot. Lo juga Vi, lo kan ketua kelas lo harusnya kasih contoh yang baik untuk anak-anak kelas kita dong!!“ Kata Obiet yang juga wakil ketua kelas.
“Dia yang rese Biet!! Nuduh-nuduh gua ngatur dia! Padahal kan gua cuma nasihatin dia!“ Bela Sivia

Anak Jalanan Juga Manusia


Setiap hari ku melangkahkan kakiku membwa sekumpulan kertas koran untuk ku jual, ayah ibu ku entah kemana aku tak kenal mereka, hari hari ku jalani dengan lapang aku tak memikirkan apapun.

Terik panas matahari ku lewati,
"apakah seperti ini nasib semua anak jalanan?"pikirku saat itu.

aku hanya iri pada mereka yang hidup bahagia,
di temani orang tua mereka, sejenak ku sering berfikir
"apakah aku bisa seperti mereka?"

tapi aku hanya ingin pasrah menjalani hidup ini.

13 tahun sudah ku hidup seperti ini.Tak ada satu hal pun yg memotifasikan ku untuk berusaha..
sampai suattu saat....
saat aku bertemu dengan seorang pejabat kaya raya nan smbong.
aku di lecehkan ,di caci maki oleh seorang pejabat tinggi itu.
saat itu aku menabraknya.
"maaf pak ,maaf !!" ucapku saat itu meminta maaf.
"apa? kamu bilang maaf,kamu sudah mengotori baju saya dengan tubuh kamu yg dekil itu,dasar gembel!! "hina si pejabat

pak pejabat itu pun pergi meninggalkanku,
mulai hari itu,detik itupun hatiku terluka,batinku sakit.

Sabtu, 11 Juni 2011

Sweet Memories

“Satu… Dua… Tiga! KABUUUUUURRR!!!!” Rio dan Alvin langsung lari terbirit birit ketika Mama Rio siap memarahi anak dan keponakannya itu.
“DASAR ANAK BANDEL!!! JANGAN KABUUUR!!!!”. Tapi percuma saja Mama Rio teriak, Rio & Alvin sudah nun jauh disana.
”Hossh.. hossh... gila mama mu galak banget sih yo..” ujar Alvin dgn nafas ngos-ngosan.
”Hosh hosh, hufft.. Kamu maklumin ajalah Vin.. Eeh kita istirahat di pohon situ aja yuk!” Rio menunjuk ke pohon yg besar dan rindang itu. Alvin dan Rio pun segera menuju pohon tsb dan duduk.
”huuuft, sumpah panas banget disini, moga aja entar ujan deres.” ujar Rio sambil ngelap ngelap keringat.
”iya nih. Ditambah lagi karena kabur kaburan gak jelas kayak gini..”

”yeee... lagian kamu juga sih, mancing emosi mamaku. Udah tau mamaku gak suka kita ikut eksul basket masih aja ngotot!!”
”yeee... biarin donk! Kan demi kepentingan nusa dan bangsa juga aku berbuat demikian..”
”alaaah.., gak usah ngeles deh!”
Sesaat mereka berdua terdiam, but suddenly..
“Ahaa!!! Aku punya ide!!” kayaknya ada lampu nyala deh di atas kepala Alvin yah…
“Apaan Vin??” Rio pun penasaran.
“Gimana kalo kita latihan basket diam diam aja? Kan tanggung yo tanding lawan SMP Nusantara tinggal seminggu lagi. Masa kita berhenti di tengah jalan sih??”
”Hmmm.... Ide kamu bagus juga sih, tapi.....” Rio garuk garuk kepalanya yang tidak gatal.

Selasa, 07 Juni 2011

Inikah Akhir Hidupku

Disore hari yang sangat sejuk, aku berjalan dengan santainya seraya melihat lihat perumahan disekitar komplek ini yang asri ini.

Namaku Ashilla Zahrantiara. Aku biasa dipanggil dengan nama Shilla. Aku adalah seorang wanita yang masih berumur 17 tahun dan baru duduk dibangku kelas XI. Aku mempunyai seorang kakak yang bernama Gabriel Stevent. Aku biasa memanggil dia adalah kak Iel. Aku sangat menyayangi kak Iel. Sama dengan aku menyayangi kedua orang tuaku yang telah tiada. Sedangkan aku tinggal di rumah bersama kak Iel dan Om ku. Orang tuaku? Orang tuaku sudah meninggal sewaktu aku masih berumur 10 tahun. Mama dan papaku meninggal akibat kecelakan pesawat sewaktu pulang menuju Bandung dari Batam. Di rumah, selain ada kakaku dan omku, ada juga 2 orang pembantuku dan seorang supirku. Aku pun mempunyai sahabat yang baik dan selalu ada disisiku meskipun aku dan mereka baru bersahabat sejak duduk di kelas 2 SMP. Mereka adalah Sivia , Nova, Debo, dan Rio. Dan sekilaslah tentang aku.

Ketika aku sedang berjalan dengan santainya, tiba tiba Rio datang dan menghampiriku. Aku dapat bertemu dengan Rio seperti itu karna kebetulan sekali, rumahku dan rumah keempat sahabatku berada di satu komplek yang sama akan tetapi berjarak cukup jauh antar rumah

“Hey Shilla” sapa Rio padaku.
“Hey Rio. Lagi apa kamu sore sore gini ada diluar?” tanyaku padanya.

Minggu, 15 Mei 2011

Black Forest

Siang itu di rumah tercium kue yang dipanggang, hmm membuatku ingin melahapnya saja. Rupanya mamaku telah menyelesaikan kue yang dibuatnya. Yaa, mamaku sangat pintar membuat kue sehingga ia sering menerima pesanan kue sebagai pekerjaan tetapnya. BLACK FOREST adalah kue andalan mama. Dari hasil membuat kue ini lumayan cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan kami, maklumlah biaya hidup jaman sekarang membuat mamaku harus membantu papaku dalam mencari nafkah di KOTA BANDUNG yang katanya Paris Van Java ini.

"
Via, tolong anterin kuenya ini ke rumah tante Manda!" teriak mamaku membuyarkan anganku.
"
Ke tante Manda? Sivia males kalo kesana" ujarku menyahut.
"
Kan cuma sebentar, lagian dekat. Kalo mama bisa, mama pasti jalan sendiri".
"
Bukan begitu.. Ya udah deh , Via pergi".

Sambil cemberut aku mengambil bungkusan kue bolu dan melangkah keluar. Mama sudah 2 hari ini sakit, sepertinya terkena demam. Namun, tetap saja ia menerima pesanan kue. Aku gak tega ngebiarin mama mengantar kue dalam keadaan sakit.
Ke
rumah tante manda, tetanggaku... Hmm,, berarti aku harus berjumpa dengan Rio anaknya yang 1 kelas denganku. Itu yang membuatku malas, sebenernya gak ada masalah sama Rio, cuma aku gak ingin kalo dia tau aku anak seorang tukang kue.

"
Permisi"

Rabu, 04 Mei 2011

Pena Sahabatku

Ify mengungkap kembali tabir ingatannya. Debo, manis nama itu semanis orangnya. Dialah kawan karib Ify yang selalu diingatannya. Sudah enam tahun mereka mengenali antara satu sama lain. Kegembiraan dan kepahitan hidup di alam remaja mereka melalui bersama. Tetapi semua itu hanya tinggal kenangan saja. Ify kehilangan seorang sahabat yang tidak ada gantinya.

Peristiwa itu berlalu sudah dua tahun yang lalu. waktu itu mereka sedang berada di kantin sekolah. Ify sedang memarahi Debo karena mengambil pena kesukaannya tanpa izinya dan menghilangkannya.

Setiap Ify bertanya, dia hanya berkata yang dia akan menggantikannya. Ify tidak mau dia menggantikannya. Kerana pena yang hilang itu berbeda dengan pena yang akan diganti oleh Debo. Pena yang hilang itu adalah hadiah dari Debo sewaktu mereka pertama kali menjadi sepasang kawan karib.

"Aku tak mau kau menggantikannya! Pena yang hilang itu berharga bagiku!" Ify memarahi Debo.
" Sebelum kau tak menemukan pena itu, aku tak akan berbicara dengan kamu!" Marahnya Ify pada Debo. Meja kantin itu di hentaknya dengan kuat hingga Debo terkejut. Ify yang mukanya memang kemerah-merahan, bila marah bertambah merahlah mukanya. Debo dengan keadaan sedih dan terkejut hanya berdiamkan diri lalu menghilang dari situ. Ify tahu Debo merasa sedih mendengar kata-katanya itu. Ify tidak berniat hendak melukainya tetapi waktu itu dia terlalu marah dan tanpa dia

Rabu, 27 April 2011

Tuhan Yesus Sahabatku


Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur, Filipina, yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah yang berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.
Setiap kali berhasil menyebrangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja tiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan, sahabatnya.
Tindakannya ini selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.
“Bagaimana kabarmu, Andy? Apakah kamu akan ke Sekolah?”
“Ya, Bapa Pendeta!” balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.
Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut,
“Jangan menyebrang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah, kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat.”
“Terima kasih, Bapa Pendeta.”
“Kenapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?”
“Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan.. sahabatku.”
Dan Pendeta tersebut meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya di depan altar berbicara sendiri, tetapi pastur tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.
“Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik

Selamat Datang Cinta


Di sebuah kamar, tampaklah seorang gadis yang sedang duduk. Gadis itu bernama Dea. Dea kini tengah asik ber-smsan sama sahabatnya, yaitu Angel. Mereka berdua satu sekolah, tapi berbeda kelas. Suatu hari, Angel mengajak Dea untuk datang ke rumahnya untuk membantunya mengerjakan tugas kelompok.
Sesampainya di rumah Angel, Dea dipersilahkan masuk dan disitu teman-temannya Angel sudah berkumpul (Keke, Rio, dan Obiet).
Angel  : Akhirnya loe datang juga. Lama banget sih loe datang??
Dea      : Ya maaf..
Angel  : Ya udah gak papa, yang penting loe udah datang.. Oya nih kenalin temen2 gue.. Ini
  Keke, ini Obiet, dan yang di sana Rio..
Dea      : Gue udah kenal sama Keke dan Obiet kok.. Oya Rio, kenalin nama gue Dea..
Rio      : Owh.. Lamb kenal yaa..
Dea      : Gue rasa perkenalannya udah cukup, jadi langsung aja mulai.. Tugas kalian mana??
              Apa yang bias gue bantu??
Angel  : Tugas kimia tentang stoikiometri. Loe bias kan??
Dea      : Owh itu. Gue udah pelajari tentang itu. Sini gue jelasin.

Beberapa saat kemudian, tugas mereka sudah selesai. Dea pun langsung pamit pulang, begitu juga dengan Keke, Rio, dan Obiet..

Beberapa hari kemudian, Rio meng-sms Dea..