Sifat – Sifat Aluminium
Aluminium merupakan logam yang cukup ringan (kerapatannya hanya sepertiga dari baja), mengkilap, keras, tetapi mudah ditempa dan diregangkan, sehingga dapat diubah sesuai dengan rancangan.
Aluminium adalah logam yang cukup reaktif, dan kita tahu bahwa sangatlah sukar untuk memperoleh logam ini dari senyawanya sampai ditemukan proses Hall. Sifat reduktor aluminium cukup baik, dan harga potensial reduksinya (Eo = -1,66 volt) cukup negatif untuk mudah bereaksi dengan air dan oksigen
2Al(s) + 3H2O → Al2O3(s) + 3H2(g)
4Al(s) + 3O2(g) → 2Al2O3(s)
Akan tetapi reaksi di atas justru menguntungkan, sebab pada permukaan logam aluminium segera terbentuk lapisan tipis Al2O3 setebal 10-8 meter yang tidak tembus air, sehingga melindungi permukaan logam dari reaksi lebih lanjut. Akibatnya, logam aluminium cukup stabil dan tahan lama untuk digunakan dalam berbagai peralatan. Lapisan pelindung Al2O3 yang terbentuk secara alami itu dapat dipertebal melalui proses anodisasi: logam Al dipakai sebagai anoda pada elektrolisis larutan H2SO4. Gas O2 yang terbentuk akan bereaksi dengan anoda untuk menghasilkan Al2O3.
Aluminium di Alam dan Pengolahannya
Aluminium merupakan logam paling banyak yang dikandung oleh kulit bumi. Meliputi 7,8% dari massa kulit bumi, aluminium menempati peringkat ketiga sebagai unsur penyusun kulit bumi
